Iwan Fals Mencoba Indie

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Kalau biasanya band memulai dengan produksi album indie lalu bergabung dengan label besar, Iwan Fals sebaliknya. Di album terakhirnya, Keseimbangan, Iwan memproduksi dan memasarkannya sendiri.

”Ini enggak dijual di toko, cuma di rumah dan di konser. Hitung-hitung mencoba membuat alternatif, tapi ternyata sulit karena promosi perlu biaya besar,” kata Iwan seusai menanam pohon trembesi dalam acara Flexi Big Bang, pekan lalu di Lapangan Kodam V/ Brawijaya Surabaya.

Perbedaannya memang luar biasa. Sejak diluncurkan Februari 2010, album ini baru terjual 10.000 keping. Dengan label besar, angka 200.000 bisa dicapai dalam seminggu.

Kendati demikian, Iwan tetap berupaya mempromosikan album terbaru yang berisi kerinduan pada Tuhan dan alam yang terpelihara. Selama ini, menurut Iwan, manusia selalu merasa terancam oleh langit, bumi, bahkan saling mencurigai sesama.

Dari perenungan berbagai fenomena, lahir 12 lagu untuk album ini. Penyanyi bernama asli Virgiawan Listiyanto ini juga mengkhawatirkan hutan yang semakin rusak. Karena itu, Iwan sangat mendukung berbagai gerakan penanaman pohon, terutama bila dilanjutkan dengan perawatan pohon itu. Masalah kerusakan hutan sebenarnya sudah disuarakan Iwan sejak 1982, di antaranya melalui lagu ”Isi Rimba Tidak Ada Tempat Berpijak”. (INA) Kompas.com

Live Winamp Player


AAC+ Server USA
listen with Window Media Player   listen with Winamp   listen with iTunes   listen with RealPlayer

MP3 Server IIX
listen with Window Media Player   listen with Winamp   listen with iTunes   listen with RealPlayer

0 of 6 Listeners